Apa itu IHSG dan Fungsinya?

Hai, kembali lagi dalam belajar investasi dan kali ini, Duitku akan mengangkat istilah mengenai apa itu IHSG atau Indeks Harga Saham Gabungan. Seringkali, Anda mendengar kata-kata ini berkaitan dengan saham.

Baca juga: Apa itu manajer investasi, dan kenapa ini penting? 

Artikel ini akan mengajak Anda untuk mengetahui soal IHSG. IHSG tidak hanya sekedar tolok ukur untuk melihat harga saham saja karena, ada fungsi lainnya yang dapat membantu Anda untuk membuat keputusan yang tepat dalam saham.

Apa itu IHSG?

cara bermain saham
Setiap pemain saham perlu mengetahui IHSG sebagai tolok ukur pengambilan keputusan

Dalam saham, ada Indeks harga yang membuat informasi mengenai daftar saham-saham yang ada di Indonesia. Hal tersebut diterbitkan oleh Lembaga yang berbeda-beda. Sebagai contoh, IHSG diterbitkan oleh Bursa Efek Indonesia. IHSG juga sering dikenal sebagai Jakarta Composite Index (JCI).

Baca juga: Belajar investasi, emas vs perhiasan mana yang lebih untung? 

IHSG pertama kali diterbitkan pada 1 April 1983. Namun, hari dasar perhitungan IHSG adalah pada 10 Agustus 1982 dengan nilai 100. IHSG memberikan informasi mengenai rata-rata dari seluruh saham di BEI, LQ45 hanya menghitung indeks dari 45 saham unggulan yang cukup aktif.

Selain itu, ada Jakarta Islamic Index (JII) yang memuat 30 saham pilihan yang telah memenuhi syarat yang telah ditetapkan oleh Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI. Ada juga Kompas 100 yang menerbitkan 100 saham yang diterbitkan oleh analis harian Kompas dan Bisnis 27 yang merupakan indeks yang dirilis oleh Harian Bisnis Indonesia.

Fungsi IHSG

Setelah mengetahui definisi dari IHSG, sekarang kita beralih ke fungsinya. Ada 3 fungsi utama yang bisa terlihat dari IHSG seperti berikut:

  • Penanda arah dari pasar
    IHSG menyajikan representatif dari rata-rata sekelompok saham. Karena itu, IHSG menjadi indicator saham paling penting. Untuk itu, kita bisa melihat arah pasar saham dengan melihat IHSG yang terbaru.
  • Mengukur tingkat keuntungan
    IHSG juga membantu kita dalam melihat besaran keuntungan yang didapatkan dalam kurun waktu tertentu. Sebagai contoh, IHSG pada tahun 2013 bernilai 4400 dan IHSG pada tahun 2008 bernilai 1400. Dengan begitu, kita bisa menghitungnya dengan rumus

    (IHSG terbaru – IHSG lama)/IHSG yang lama x 100%

    (4400-1400)/1400 x 100% = 214%
    Dengan begitu, kita tahu jika tingkat keuntungan saham dalam waktu 5 tahun (2008-2013) adalah 214%

  • Tolok ukur kinerja dari portfolio
    Jika Anda punya reksadana atau portfolio saham, Anda bisa membandingkannya dengan IHSG. Misalnya ada kenaikan sebanyak 214% dalam 5 tahun maka, Anda perlu melihat kinerja portfolio atau reksadana Anda. Jika dibawah maka, Anda harus mengganti strateginya.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

No votes so far! Be the first to rate this post.

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer