Banjir di Jakarta, Ekonomi Kota Lumpuh

Banjir di Jakarta kembali terjadi di awal 2020. Hal itu mengakibatkan sejumlah daerah tergenang dan jalan-jalan di Jakarta tidak dapat diakses. Karena itu, kegiatan perekonomian di ibukota lumpuh karena, banyak orang kesulitan dalam mengakses jalan.

Sarman Simanjorang selaku Wakil Ketua KADIN (Kamar Dagang dan Industri Indonesia) DKI Jakarta mengemukakan bahwa hujan dan banjir yang terjadi pada tahun baru memberikan efek penurunan terhadap aktivitas bisnis seperti dilansir dari Detik. Padahal, liburan tahun baru menjadi momen yang tepat untuk meningkatkan bisnis di sektor kuliner dan wisata karena bertepatan dengan liburan tahun baru.

Baca juga: Jakarta mati lampu, masyarakat alami kerugian ekonomi

Kejadian banjir membuat sejumlah pelaku usaha memilih untuk tidak membuka usahanya. Hingga 2 Januari 2020, sejumlah jalan di Jakarta masih tergenang banjir dan masalah ini juga turut mengakibatkan banyak hal di sektor ekonomi.

Sejumlah jalan-jalan penting terendam akibat banjir di Jakarta

Kamis (2/1/2020), sejumlah jalan-jalan besar di Jakarta tergenang akibat banjir. Sejumlah jalan dari Kelapa Gading, Otista, Tegal Alur, Gunung Sahari, Garuda, dan lainnya tergenang. Hal ini mengakibatkan kemacetan.

Selain itu, rumah-rumah warga rusak akibat terjangan banjir. Menurut Bisnis.com mengutip laporan Bappenas tahun 2007, banjir di Jakarta tahun 2020 mengakibatkan sejumlah kerugian material bagi warga. Diperkirakan, kerugian yang terjadi terhadap rumah yang rusak bisa mencapai Rp 1,13 triliun Rupiah.

Baca juga: Dampak polusi Jakarta terhadap perekonomian Ibukota

Banjir juga mengakibatkan kerusakan infrastruktur seperti kerugian yang dialami pemerintah dan BUMN/BUMD karena tidak dapat mengoperasikan fasilitas umum. Yang terberat, sektor ekonomi produktif juga tidak dapat beroperasi dengan baik karena banjir.

Upaya pemerintah dalam mengatasi masalah banjir

Presiden Joko Widodo mengemukakan bahwa keselamatan dan keamanan warga menjadi fokus utama yang harus diutamakan. Dengan begitu, ia meminta agar evakuasi terhadap warga segera dilakukan agar dapat menolong mereka.

Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani mengatakan bahwa banjir yang terjadi di daerah Jabodetabek memberikan efek buruk terhadap ekonomi negara. Ia masih memantau kiat penanggulangan yang dilakukan oleh sejumlah badan nasional seperti Pemda, Kemensos, dan BNPB.

 

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

No votes so far! Be the first to rate this post.

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer