Bursa Asia Menguat, Tensi Politik Hongkong Memanas

0
(0)

Tidak hanya di Wall Street, Bursa Asia juga turut menguat menjelang akhir bulan Mei 2020 ini. Sejumlah indeks saham terpantau naik pada Rabu (27/5/2020) waktu setempat. Sayangnya, kenaikan ini juga diikuti oleh tensi politik Hongkong yang sedang memanas.

Kerusuhan terjadi di Hongkong setelah China berencana untuk menerapkan undang-undang keamanan nasional. Hal ini memicu kerusuhan untuk pertama kalinya sejak setahun yang lalu di pusat finansial Asia. Ratusan polisi terjun ke lapangan guna berjaga dan mengantisipasi kerusuhan tersebut. Lantas, apa yang terjadi?

Sejumlah Indeks saham menguat di Bursa Asia

Sejumlah indeks saham di bursa Asia terlihat menguat pada Rabu (27/5/2020) waktu setempat. Indeks Nikkei 225 menguat sebanyak 0,44% ke 21365, Hang Seng menguat sebanyak 0,20% ke 23436 serta Indeks Taiex menguat sebanyak 0,36% ke 11306.

Baca juga: Wall Street menguat berkat adanya harapan akan vaksin virus Corona

Meski demikian, sejumlah pelaku saham memilih untuk berhati-hati dalam membeli saham, meskipun kondisi bursa saham Asia sedang menguat. Menurut Chief Strategy CMC, Michael McCarthy, aksi beli saham dalam kurun waktu 24 jam terakhir berada dalam posisi bertahan.

Pada umumnya, orang-orang cenderung membeli saham konsumen dan finansial yang sedang naik baru-baru ini. Saham dari perusahaan teknologi dan kesehatan cenderung mengalami penurunan yang sebelumnya sempat populer. Teknologi dan kesehatan sempat populer, karena tidak terpengaruh oleh pandemi COVID-19 secara langsung.

Baca juga: Tidak investasi, Warren Buffet: Masih wait and See

Kondisi Hongkong memanas

Kenaikan bursa Asia juga turut disertai oleh kondisi Hongkong yang sedang memanas. Dalam hal ini, terjadi kerusuhan di Hongkong akibat undang-undang keamanan nasional yang akan diterapkan oleh China. Dilansir dari Kontan.co.id, Amerika Serikat dikabarkan akan mempertimbangkan sejumlah sanksi bagi para pejabat dan pebisnis China yang akan melanjutkan proses legislasi terhadap Hongkong.

Kondisi terbaru yang terjadi di Hongkong dikhawatirkan dapat memberikan dampak terhadap bursa Asia. Bursa Asia yang sempat kembali bergairah akan kembali turun jika kondisi politik Hongkong memanas, mengingat Hongkong dikenal sebagai pusat finansial. Dengan begitu, China diharapkan tidak menerapkan undang-undang tersebut yang malah menimbulkan ketegangan di negara Hongkong.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer