Cara Investasi Reksadana Yang Mudah dan Menguntungkan

Masih banyak orang yang bingung mengenai cara investasi reksadana yang benar. Padahal, caranya mudah dan sudah tersedia dalam bentuk aplikasi smartphone yang membantu pengguna untuk mengaksesnya dimana saja dan kapan saja.

Ada 4 jenis reksadana yang bisa Anda pilih seperti; saham, campuran, pendapatan tetap, dan pasar uang. Setiap jenis reksadana memiliki karakteristik, tingkat resiko dan tingkat keuntungan yang berbeda-beda. Anda bisa memilihnya sesuai dengan keinginan.

Sebelum memilih, ada baiknya mengetahui cara yang tepat untuk memulai investasi reksadana. Berikut ini, langkah-langkah yang harus Anda ketahui dalam memulai investasi reksadana yang paling pas.

Baca juga: Lebih untung buat reksadana pendapatan tetap atau buat bisnis? 

  1. Tujuan reksadana

    Langkah pertama yang harus dilakukan adalah membuat tujuan. Apa tujuan Anda melakukan reksadana? Apakah mempersiapkan dana masa depan? Dana untuk sekolah anak Anda atau dana pensiun? Dengan memiliki tujuan yang jelas, Anda bisa mengetahui jenis investasi reksadana yang tepat. Selain itu, Anda bisa lebih termotivasi untuk konsisten dalam melakukan reksadana.

  2. Jenis-jenis reksadana

    Sebelumnya telah dijelaskan mengenai jenis-jenis reksadana. Berikut penjelasannya

    1. Pasar uang
      Jenis reksadana yang pertama adalah obligasi, obligasi, dan SBI (Sertifikat Bank Indonesia). Pasar uang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun dengan tingkat resiko yang rendah dan tingkat keuntungan yang kecil.
    2. Pendapatan tetap
      Dana yang dialokasikan ke obligasi sekitar 80%. Tingkat return lebih tinggi dari pasar uang. Return yang diberikan berkisar 10% per tahun.
    3. Campuran
      Reksadana campuran merupakan tipe reksadana dengan dana yang diletakkan di beberapa tempat seperti obligasi, saham, deposito, dan lainnya. Hasil return lebih tinggi dibandingkan pasar uang dan pendapatan tetap.
    4. Saham
      Jika memilih saham, tingkat penempatan dana mencapai persentase 80%. Dengan begitu, Anda berpotensi untuk mendapatkan angka yang sangat besar. Tapi, resiko reksadana saham juga besar sehingga, reksadana saham sering disebut dengan perumpamaan high risk, high return.
  3. Jangka waktu investasi

    Anda harus menentukan jangka waktu dalam berinvestasi. Untuk jangka pendek untuk waktu kurang dari 1 tahun, Anda bisa memilih investasi pasar uang. Untuk 1-3 tahun, Anda bisa memilih pendapatan tetap dan untuk 3-5 tahun, Anda bisa memilih reksa dana campuran. Terakhir, ada reksadana saham dengan jangka waktu lebih dari 5 tahun.

  4. Memilih reksadana

    Setelah menentukan tujuan dan hal lainnya, Anda sudah siap untuk memilih reksadana. Dalam memilih, ada beberapa faktor yang harus diketahui seperti:

    1. Perizinan OJK
      Untuk menghindari masalah di kemudian hari, pilihlah reksadana yang sudah memiliki izin dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan). OJK menerapkan banyak syarat dan bersifat mutlak sehingga, dapat menyaring dengan benar. Anda harus mengecek perizinan yang dimiliki oleh institusi yang menawarkan reksadana serta manajer keuangannya. Jika tidak ada, Anda harus berani untuk menolak investasi karena berpotensi untuk menghadirkan masalah.
    2. Mau untung cepat atau lama?
      Banyak orang mengharapkan keuntungan dalam waktu yang cepat. Sayangnya, hal ini tidak bisa Anda lakukan karena, keuntungan baru bisa Anda dapatkan paling cepat kurang dari setahun dengan memilih investasi reksadana pasar uang. Karena itu, pilihlah investasi sesuai dengan tingkat kebutuhan. Jika Anda ingin mendapatkan keuntungan dalam waktu cepat maka, pilihlah pasar dana. Investasi pendapatan tetap cocok untuk orang-orang yang ingin mendapatkan keuntungan dalam jangka waktu menengah. Jika Anda berani untuk bermain resiko, Anda bisa bermain investasi saham.
    3. Profil resiko
      Lihatlah rekam jejak dari institusi keuangan dan manajer investasi. Jika stabil maka, Anda bisa memilihnya. Namun, hal ini tidak selalu menjadi patokan yang absolut, sehingga Anda perlu berkonsultasi dengan Lembaga keuangan yang terpercaya.

Baca juga: Investasi satu juta, segini keuntungan yang bisa kamu dapat!

Demikian cara investasi reksadana yang perlu Anda ketahui. Mulailah berinvestasi reksadana sebagai salah satu cara positif dalam mengelola keuangan pribadi untuk mendatangkan keuntungan dan hal positif di masa yang akan datang dengan panduan cara investasi reksadana diatas.

 

 

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer