Ibukota Pindah, Apa Dampaknya ke Bisnis?

Senin (26/9/2019), Presiden Joko Widodo akan mengumumkan perpindahan ibukota lewat akun YouTube Sekretariat Presiden. Dalam video tersebut, beliau akan memberitahukan kota yang terpilih sebagai ibukota baru.

Wacana perpindaha ibukota ini sejatinya sudah berhembus sejak lama. Terpilihnya Kalimantan sebagai lokasi ibukota yang baru turut menimbulkan banyak spekulasi termasuk dampak-dampak yang akan timbul nantinya.

Salah satu aspek terbesar yang akan terpengaruh oleh hal ini adalah ekonomi. Banyak yang memprediksi kalau ada dampak yang bisa dirasakan oleh masyarakat Indonesia terkait hal tersebut. Apa dampaknya?

Baca juga: Mau sukses seperti David Beckham? Begini caranya

Efeknya ke ekonomi sangat kecil

Dilansir dari berbagai sumber, dampak perpindahan ibukota ke Kalimantan hanya akan memberikan dampak yang sangat kecil. Ekonom INDEF (Institute for Development of Economics and Finance), Rizal Taufikurahman menuturkan bahwa perpindahan ibukota hanya akan berdampak pada pertumbuhan PDB (produk domestic bruto) di pulau Kalimantan.

INDEF mengukur dampak ekonomi yang terjadi jika ibukota pindah ke 3 tempat yang digadang-gadang akan menjadi tempat yang baru yakni, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. Jika pindah ke Kalimantan Tengah, dampak yang terasa sangat kecil, sekitar 0,0001 persen.

Pada 2 tempat lainnya, efeknya tidak signifikan. Efek yang terjadi pada Kalimantan Tengah hanya sebesar 1,77 persen dan Kalimantan Barat hanya sebesar 0,01 persen. Dampak perpindahan ini juga akan terasa ke daerah lainnya. Menurut INDEF, 32 provinsi lainnya bisa merasakan dampak negatif.

Pada sektor belanja pemerintah nasional, dampak yang terjadi juga tidak signifikan. Di Kalimantan Tengah, pertumbuhan diprediksi hanya akan terjadi sebesar 0,21 persen di level nasional dan 16,12 persen di Kalimantan Tengah.

Di Kalimantan Timur, efek belanja nasional hanya akan naik sebesar 0,34 persen di level nasional dan 16,12 persen di Kalimantan Timur.

Baca juga: Gaji habis di awal bulan? begini cara mengatasinya 

Perpindahan ibukota harus dipertimbangkan lagi

Menurut guru besar FEB UI, Prof. Dr. Emil Salim, keputusan pemerintah untuk memindahkan ibukota ke Kalimantan dinilai keliru. Karena itu, beliau meminta presiden Jokowi untuk mempertimbangkan lagi keputusan tersebut.

Selain itu, Menteri PPN (Perencenaan Pembangunan Nasional), Prof. Dr. Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa pemindahan tersebut bukan karena pemerintah lepas tangan akan masalah-masalah yang terjadi di Jakarta.

Sebaliknya, rencana ini dinilai baik untuk Jakarta karena, beban yang diemban oleh Jakarta sudah terlalu berat. Saat ini, Jakarta berstatus sebagai pusat pemerintahan dan pusat bisnis sehingga, banyak masalah muncul mulai dari kemacetan, banjir, kepadatan penduduk, penurunan tingkat air bersih, dan masalah lainnya.

Untuk itu, pemindahan ibukota dinilai perlu untuk mengatasi masalah yang terjadi di Jakarta dan juga mendukung adanya pemertaan pembangunan mengingat, masih banyak di daerah Indonesia Timur yang masih tertinggal.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

No votes so far! Be the first to rate this post.

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer