OJK: Investasi Bodong = Teroris Ekonomi

0
(0)

Hoesen selaku Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan bahwa investasi bodong adalah teroris ekonomi bagi perekonomian tanah air seperti dilansir dari Tirto. Meski sudah banyak yang diberantas, masalah ini tetap bermunculan karena, minimnya pengetahuan masyarakat sehingga membuat mereka mudah tergoda akan iming-iming uang besar.

Untuk itu, OJK akan terus memerangi perusahaan yang memberikan layanan bodong tambah Hoesen. Ia menjelaskan, layanan itu adalah layanan bodong dan memberikan dampak yang riil karena bisa merusak sendi-sendi dalam masyarakat.

Baca juga: Investasi bodong, apa dan cara menghindarinya

Salah satu langkah untuk memeranginya adalah dengan memberikan edukasi terhadap masyarakat. Dengan begitu, masyarakat bisa paham mengenai layanan bodong yang membahayakan mereka. OJK juga telah membentuk satuan khusus untuk memerangi masalah ini.

Lembaga investasi yang bodong dapat dicek dengan mudah. Untuk itu, hal ini bisa diatasi dengan mengecek legalitas dari badan investasi tersebut. Hoesen mengatakan, masyarakat bisa mengecek legalitas institusi yang memberikan layanan tersebut via OJK. Selain itu, mereka juga bisa mengetahuinya melalui tingkat layanan yang diberikan. Jika tidak masuk akal, maka Lembaga tersebut otomatis termasuk sebagai bodong.

Tren ini telah menurun pada tahun 2017 kemarin. Menurut data yang dihimpun OJK, tren tersebut menurun. Pada 2016, ada 72 institusi yang terbongkar dan angka ini menurun sebanyak 29 persen pada tahun berikutnya. Namun, angka ini meningkat jauh pada tahun 2018. Di Januari 2018, OJK melihat ada 21 kasus yang sudah terbuka dalam satu bulan itu.

Baca juga: Reksadana bank terpercaya di Indonesia

Perkembangan teknologi informasi mendukung tumbuhnya investasi bodong

Kemajuan teknologi informasi memudahkan kehidupan manusia dalam segala aspek termasuk investasi. Kini, investasi bisa diakses hanya melalui aplikasi saja. Hal ini dilihat menjadi salah satu peluang yang dimanfaatkan oleh orang tidak bertanggung jawab untuk membuat investasi bodong.

Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam Lumban Tobing mengatakan bahwa perkembangan teknologi informasi dapat membuat investasi bodong semakin marak kedepannya sehingga, orang-orang bisa menawarkan investasi illegal dengan mudah.

Untuk itu, OJK diprediksi akan melakukan berbagai macam langkah agar dapat memerangi investasi bodong dan melindungi masyarakat juga.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer