Investasi Reksadana

3 Alasan Investasi Reksadana Lebih Diminati dari Saham dan Emas

0
(0)

Sempat ada kabar yang mengatakan jika ingin cepat kaya, seseorang harus mulai berinvestasi dengan investasi reksadana. Anggapan tersebut sepertinya harus segera diubah. Sebab, investasi bukanlah sebuah jawaban dari ‘kaya’ dalam waktu cepat. 

Singkatnya, investasi adalah menunda keinginan saat ini untuk ditukarkan dengan kebahagiaan di masa depan. Itulah kenapa, investasi selalu berkaitan dengan waktu. Maksudnya, berapa lama waktu yang dibutuhkan dan apa tujuan dari investasi tersebut.

Ada banyak jenis investasi yang bisa dilakukan. Dari berbagai jenis tersebut, investasi reksadana bisa dibilang yang paling minim resiko. Karena, setiap keputusan yang kamu ambil akan dikawal langsung oleh pihak yang paham akan hal tersebut.

Baca juga: Harga emas dunia naik

Reksadana adalah sebuah investasi yang mana mengumpulkan sejumlah uang dari beberapa investor berbeda. Nantinya, ‘kolam uang’ tersebut akan dibelikan saham, hipotek ataupun surat hutang.

Di bawah ini, ada 4 alasan kenapa investasi reksadana jauh lebih menguntungkan dari pada saham ataupun emas, yaitu:

Modal Minim

Reksadana merupakan investasi yang paling ramah untuk semua kalangan, baik dari segi usia maupun pekerjaan. Sebab, dibandingkan dengan jenis investasi lainnya, modal yang ditawarkan dalam reksadana jauh lebih murah dan bisa dijadikan sebagai uji coba.

Sebagai perbandingan, reksadana bisa dimulai dengan harga sekitar Rp. 100 ribu. Sedangkan, emas baru bisa dalam hitungan gram, acuan dari harga pertama kali membeli, yaitu di atas Rp. 500 ribu.

Saham bisa dibilang menjadi jenis investasi yang paling mahal karena harus dibeli per lembar. Besarannya pasti berbeda, sesuai dengan dimana kamu menanamkan saham tersebut.

Diversifikasi Resiko

Dari segi ancaman akan kegagalan, investasi reksadana bisa dibilang yang paling minim resiko. Sebab, investasi yang dilakukan akan disebar ke berbagai jenis yang berbeda sehingga uang yang ditanam akan berada di beberapa jenis investasi yang tidak sama.

Contohnya, kamu menanam uang 100 ribu. Semua uang tersebut akan disebar misalnya ke 10 jenis berbeda. Dengan demikian, tingkat resiko kegagalan akan kecil karena jika ada satu jenis yang merugi, akan ditutup dengan jenis lainnya yang mengalami keuntungan.

Hal berbeda terjadi apabila kamu melakukan investasi saham. Sebab, kamu tidak bisa melakukan diversifikasi apabila hanya menanam modal minim. Dengan begitu, resiko merugi akan menjadi jauh lebih besar. 

Sebagai contoh, kamu memiliki uang 10 juta dan seluruhnya ditanam di PT. A dengan total 1000 lembar saham. Kamu tidak mendiversifikasikannya ke beberapa perusahaan yang berbeda. Hal itu tentunya membuat kamu hanya mengandalkan satu jenis saham yang ada saja.

Baca juga: Reksadana bank terpercaya di Indonesia 

Dikelola Manajer Investasi

Keuntungan investasi reksadana yang terakhir adalah pengelolaan dilakukan oleh manajer investasi. Dengan begitu, kamu tidak perlu melakukan lagi analisa mengenai jenis investasi apa yang kamu lakukan sebab semuanya sudah diatur oleh sang manajer investasi.

Lebih lanjut, menggunakan manajer investasi tidak membuat kamu harus mengeluarkan banyak uang. Sebab, uang ‘gaji’ ditanggung oleh semua pihak yang bergabung ke dalam reksadana itu sendiri. Dengan kata lain, kamu tidak akan membayarnya sendirian sehingga lebih murah.

Jika kamu ingin tahu lebih banyak mengenai investasi, saham dan keuangan, simak terus artikel dari duitku lainnya. Ada pertanyaan, silahkan tulis di kolom komentar ya.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer