Selama Corona, Haruskah Saya Investasi?

0
(0)

Pandemi virus Corona yang mulai masuk ke Indonesia pada awal Maret 2020 kemarin menimbulkan dampak buruk pada perekonomian Indonesia. Banyak unit usaha yang harus tutup sementara diikuti dengan pengurangan jumlah karyawan yang mengakibatkan tingkat pengangguran yang naik akibat dirumahkan.

Dunia investasi juga turut terkena dampaknya. Sejumlah saham turun drastis diikuti dengan harga emas yang sempat naik, meskipun harga emas antam kini sudah turun kembali ke harga Rp908.000 per gram pada Kamis (28/5/2020). Disaat seperti ini, banyak orang ragu apakah harus investasi apa tidak, padahal, momen ini bisa digunakan untuk tetap berinvestasi. Lantas, bagaimana cara untuk tetap berinvestasi di tengah COVID-19?

Baca juga: Bursa Asia menguat, tensi politik Hongkong memanas

Reksadana masih bisa dilakukan selama corona

Menurut Eko Endarto selaku perencana keuangan dari Financia Consulting, saham dan reksadana masih bisa dilakukan. Namun, pilihlah reksadana atau saham yang jangka panjang. Dengan begitu, para pelaku investasi masih bisa menikmati hasilnya dalam jangka waktu dua tahun kedepan.

Hal ini disebabkan oleh pandemi COVID-19 yang memaksa orang-orang untuk lebih memilih investasi jangka panjang. Untuk itu, pilihlah investasi jangka panjang dengan tidak menganggu pemasukan utama yang didapatkan.

Baca juga: Wall Street menguat berkat adanya harapan vaksin virus Corona

Eko menambahkan, persiapkan dana tambahan agar tidak menganggu pendapatan tetap. Pelaku investasi perlu membuat perhitungan dengan membagi pemasukan utama, tabungan kemudian baru jenis investasi yang akan dipilih. Jangan sampai, kita berinvestasi tapi tidak ada pendapatan tetap sebagai pegangan hidup sehari-hari.

Pertama, buatlah rancangan dana yang akan digunakan selama enam bulan kedepan. Waktu 6 bulan kedepan dinilai sebagai acuan bagi setiap orang untuk mempersiapkan dana mereka. Setelah itu, mereka baru bisa mempersiapkan dana untuk yang lainnya.

Selain itu, emas tetap bisa dipilih sebagai pilihan alternatif. Tapi, Eko mengatakan bahwa harga emas tidak akan naik lagi seperti bulan sebelumnya (April 2020). Ada kecenderungan tren tersebut akan turun sehingga, orang-orang tidak akan melirik emas sebagai sumber investasi yang utama. Terakhir, Eko mengungkapkan bahwa orang-orang perlu melihat tren 5 tahun kebelakang dari setiap jenis investasi yang dipilih untuk membantu orang-orang dalam memilih investasi yang tepat.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer