Investasi Yang Laris Manis Saat Pandemi COVID-19

Investasi Yang Laris Manis Saat Pandemi COVID-19

0
(0)

Kondisi yang tidak menentu selama pandemi COVID-19 tidak mempengaruhi minat orang-orang untuk mencari investasi yang laris manis. Para pelaku investasi masih memburu jenis investasi yang dapat dilakukan selama pandemi berlangsung.

Dikutip dari Kontan, Freddy Tedja selaku pakar investasi mengatakan bahwa orang-orang cenderung menggunakan uang tunai karena berguna untuk membeli kebutuhan yang mendesak. Tapi, nilai uang tunai akan tergerus oleh inflasi sehingga, investasi harus tetap dilakukan.

Tentunya, pemilihan investasi yang tepat harus dipilih berdasarkan profil resiko yang ada untuk investasi jangka panjang. Selama pandemi berlangsung, orang-orang cenderung di rumah sehingga, pos-pos pengeluaran yang biasanya digunakan untuk hiburan bisa dialihkan untuk investasi. Apa saja jenis-jenis investasi yang populer? Berikut 3 pilihan investasi yang populer selama pandemi berlangsung.

Baca juga: Selama corona, haruskah saya investasi? 

Properti, investasi yang laris manis selama pandemi

Dilansir dari Kompas, Marine Novita selaku Country Manager Rumah.com mengemukakan bahwa orang-orang cenderung menahan diri untuk membeli properti saat bulan Ramadhan terlebih, saat pandemi seperti ini.

Kondisi pasar yang terus turun membuat keadaan pasar cenderung berpihak kepada pembeli. Karena itu, kondisi ini bisa dimanfaatkan oleh para pelaku investasi properti untuk membeli rumah dengan harga terbaik.

Karateristik properti yang harga dan kebutuhannya selalu naik juga dinilai sebagai investasi yang aman. Para pelaku investasi bisa mendapatkan dua keuntungan yakni, pendapatan sewa dan capital gain yang akan naik setiap tahun.

Baca juga: Bursa Asia menguat, tensi politik Hongkong memanas

Emas

Sama halnya dengan properti, nilai emas cenderung aman dan naik terus. Penjualan emas sempat bersinar di kuartal pertama tahun 2020. Bahkan, harga emas sempat naik drastis, karena minat orang-orang yang sangat tinggi.

Ada dua alasan mengapa emas tetap diminati. Pertama, nilai buyback emas yang tinggi ketika orang menjual emas ke gerai logam mulai. Kedua, karena jangka waktu investasi yang baik sehingga, banyak orang-orang beralih ke emas.

Dengan begitu, emas bisa dimasukkan kepada jenis investasi yang harus dilakukan selama pandemi berlangsung. Harga buyback yang naik bisa membuat Anda memiliki “uang darurat” yang bisa dicairkan kapan saja.

Saham

Pada awal Maret 2020, sempat terjadi penurunan sebanyak 30% indeks harga saham gabungan (IHSG) dan membuat harga saham menjadi murah. Hal yang sama masih terjadi di pertengahan April 2020, dimana IHSG minus 26,57%.

Rhenald Kasali selaku praktisi bisnis mengatakan bahwa hal ini bisa dimanfaatkan bagi para pelaku saham untuk membeli saham. Namun, ia mengatakan bahwa para pelaku saham hendaknya membeli saham dengan nilai yang baik untuk jangka panjang.

Dengan begitu, para pelaku saham harus jeli dalam melihat jenis saham yang akan naik dalam beberapa tahun kedepanya. Sebagai tips, pilihlah nilai saham yang akan naik di beberapa tahun kedepan sehingga, fokusnya untuk mendapatkan keuntungan jangka panjang bukan jangka pendek.

 

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer