Jakarta Mati Lampu, Masyarakat Alami Kerugian Ekonomi

4
(2)

Masalah mati lampu menimpa kota Jakarta pada hari Minggu, 4 Agustus 2019. Pemadaman dimulai sekitar tengah hari hingga malam hari (10 jam lebih). Pemadaman tersebut terjadi karena terputusnya jaringan transmisi yang terjadi di Ungaran dan Pemalang. Akibatnya, listrik di Jabodetabek, sebagian daerah Jawa Barat, Jawa Tengah harus padam.

Kerugian besar dialami oleh sejumlah orang di kota Jakarta. Aktivitas public dan ekonomi tidak berjalan dengan lancar akibat pemadaman tersebut. Walhasil, kerugian materi dan juga lainnya harus diderita oleh orang lain.

Kerugian masyarakat akibat mati lampu Jakarta

Wakil ketua Kadin (Kamar Dagang Indonesia), Sarman Simanjorang mengatakan bahwa masyarakat menderita kerugian yang besar. Sejumlah unit usaha yang bergerak di beberapa bidang seperti transportasi online, kuliner, meubel, café dan industry lainnya tidak dapat menjalankan usaha mereka dengan lancar karena, pemadaman tersebut.

Selain itu, aktivitas public juga tidak bisa berjalan dengan baik. ATM, MRT, Commuter Line, dan juga fasilitas umu lainnya tidak dapat berjalan dengan baik sehinga, aktivitas masyarakat turut terganggu dan orang-orang tidak dapat menjalankan aktivitas mereka.

Hal ini juga membuat masyarakat mengajukan tuntutan kepada PLN terkait kerugian yang mereka derita. Masalah ini memang membuat masyarakat tidak dapat menjalankan usahanya sehingga, mereka tidak dapat mendapatkan keuntungan. Selain itu, aktivitas ekonomi di ibukota juga tidak dapat berjalan dengan baik.

Dilansir dari Liputan6, PLN dikabarkan akan memberikan kompensasi seperti diskon sebesar 35 persen bagi masyarakat atas kejadian tersebut. Dengan demikian, masyarakat bisa merasakan keringanan saat membayar listrik.

Baca juga: Dampak polusi Jakarta terhadap perekonomian Jakarta

Kerugian PLN akibat mati lampu Jakarta

Kerugian tidak diderita oleh masyarakat saja, PLN juga menderita kerugian tersebut. Pihak PLN mengatakan bahwa mereka menderita kerugian sekitar 90 milyar Rupiah. Kerugian tersebut dihitung berdasarkan daya listrik yang seharusnya mereka salurkan.

PLN kehilangan daya sekitar 9000 MW per jamnya. Jika dihitung secara kasar, PLN harus kehilangan keuntungan sekitar 90 milyar Rupiah jika 1000 KwH dikalikan dengan 1000 Rupiah. Selain itu, pihak PLN juga harus memberikan kompensasi berupa diskon yang diberikan kepada masyarakat akibat masalah mati lampu tersebut.  

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer