Kartu Pra Kerja: Pengertian dan Cara Mendapatkannya

5
(1)

Untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Alam (SDM) Indonesia, Presiden Joko Widodo hendak mengeluarkan kartu pra kerja. Kartu ini diharapkan bisa menjadi solusi akan keluhan para pencari kerja yang mengaku kesulitan dalam mencari kerja.

Dilansir dari setkab.go.id, Presiden Jokowi berpendapat bahwa untuk meningkatkan  keterampilan anak-anak muda, para pencari kerja dan orang yang mau berganti pekerjaan, pemerintah memutuskan untuk membuat kartu pra kerja.

Apakah kartu ini untuk kaum pengangguran yang belum mendapatkan pekerjaan? Lantas, apa fungsi dari kartu ini? Berikut penjelasannya.

Baca juga: 3 pertanyaan sebelum memulai bisnis sampingan modal kecil

Pengertian kartu pra kerja

Kartu pra kerja merupakan program pemerintahan untuk memberikan fasilitas pelatihan vokasi atau keterampilan serta sertifikat kompetensi dan uang saku setiap bulan bagi orang-orang yang masih belum mendapatkan pekerjaan dalam waktu tertentu.

Program ini termasuk kedalam program utama pemerintah untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia. Untuk mendukung hal tersebut, program ini akan dimasukkan kedalam program Pendidikan dimana, 20 persen dari dana APBN untuk 2020 akan digunakan untuk program pendidikan tanah air termasuk mendukung program kartu pra kerja seperti dilansir dari Cermati.

Besaran dana yang dikucurkan oleh pemerintah guna mendukung program ini adalah sekitar 8 triliun Rupiah hingga 10 triliun rupiah. Dana tersebut masih bisa berubah karena masih dibicarakan oleh DPR untuk anggaran APBN 2020 mendatang.

Nantinya, kartu pra kerja akan diberikan bagi 2 juta orang dengan rincian jumlah penerima sebagai berikut:

  • Akses regular sebanyak 500 ribu orang
  • Akses digital sebanyak 1,5 juta orang

Menurut Menteri tenaga kerja (Menaker) Indonesia, Hanif Dhakiri, penerima kartu tersebut akan mendapatkan pelatih pekerjaan selama 2 bulan. Setelah selesai, mereka akan mendapatkan uang saku selama 3 bulan.

Bila dalam jangka waktu yang telah ditentukan, pemegang kartu sudah mendapatkan pekerjaan sebelum waktu yang ditetapkan habis, maka pemberian uang saku akan dihentikan. Jika pemegang kartu juga tidak kunjung mendapatkan pekerjaan hingga jangka waktu yang telah ditetapkan habis maka, pemberian uang saku juga akan dihentikan.

Seperti tertulis dalam Buku II Nota Keuangan RAPBN 2020, pemegang kartu bisa mendapatkan pelatihan dan fasilitas latihan melalui 2 jalur yang telah disebutkan diatas. Pemberian pelatihannya sendiri dibedakan berdasarkan jalur yang dipilih.

  • Akses regular akan mendapatkan pelatihan kerja dan sertifikat melalui:
    • LPK (Lembaga Pelatihan Kerja) Pemerintah termasuk BLK (Balai Latihan Kerja)
    • LPK Swasta
    • Industri Training Center
  • Akses digital
    • Pelatihan secara online
    • Pelatihan tatap muka
    • Kriteria Lembaga pelatihan akan ditentukan sesuai kriteria pemerintah

Baca juga: Millennials, ini 3 kesalahan dalam mengelola keuangan yang harus kamu hindari!

Syarat dan kondisi yang harus kamu ketahui

Untuk mendapatkan kartu ini, ada beberapa kondisi dan syarat yang harus dipenuhi yakni:

  • Fresh Graduate (baru lulus kuliah)
  • Masih bekerja tapi ingin pindah pekerjaan
  • Korban PHK atau termasuk dalam rencana PHK
  • WNI
  • Berusia 18 tahun keatas

Dengan adanya kartu ini, jumlah pengangguran di Indonesia diharapkan akan menurun dan meningkatkan kompetensi para pencari kerja.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer