Operator Esia, Dulu Berjaya Kini Merana

0
(0)

Siapa yang tidak tahu ESIA? Penyedia telekomunikasi berbasis CDMA yang merupakan bagian dari PT Bakrie Telecom Tbk tersebut kini berada di ujung tanduk. Harga sahamnya berada di titik terendah, Rp. 50 sejak 2012 tahun yang lalu. Selain itu, jumlah karyawannya sendiri hanya 10 orang. Berkurang drastis semenjak berdiri.

Selain itu, hutang yang dimiliki oleh ESIA juga terus menggelembung. Dari 7,16 triliun rupiah yang tercatat pada tahun 2010, hutang ESIA terus naik hingga Rp. 16,13 triliun pada tahun 2018. Hal ini dikhawatirkan bisa berdampak negative pada nilai ekuitas perusahaan.

Ekuitas yang negatif menjadi sebuah indicator akan kesehatan dari perusahaan. Jika terus berada dalam kondisi negative dalam 3 tahun maka, bisa dipastikan bahwa perusahaan tersebut sedang mengalami financial distress atau kesulitan keuangan.

Sementara itu, saham BTEL sendiri masih dihentikan perdaganannya secara sementara oleh pihak BEI. Mereka membuat keputusan itu berdasarkan laporan dari kantor akuntan publik atau auditor yang menyebutkan jika ESIA mendapatkan pendapat disclaimer selama 2 tahun berturut-turut.

Disclaimer sendiri merupakan salah satu opini yang biasanya dikeluarkan oleh pihak auditor atau kantor akuntan publik jika merasak ruang geraknya dibatasi saat tidak bisa melakukan pemeriksaan berdasarkan standar audit yang umum dilakukan.

Meski berada dalam posisi yang sulit, ESIA masih betah berada di lantai BEI. Tentunya, hal ini mengundang tanya dari banyak pihak karena, ESIA sendiri sudah berada dalam posisi yang sulit dan menuju masalah besar.

Hutang yang tinggi tidak menjadi masalah jika perusahaan tersebut sanggup untuk membiayai kegiatan operasional yang ada. Sayangnya, hal ini tidak mampu dilakukan oleh ESIA sehingga, mereka akhirnya semakin memburuk dari tahun ke tahun.

Jika tidak segera diselesaikan, hal ini bisa membuat keadaan perusahaan semakin memburuk sehingga, masalah ini harus segera diselesaikan oleh pihak Bakrie Telecom. Tentunya, hutang tersebut semakin memberatkan langkah perusahaan mengingat, hutang semakn membesar untuk seterusnya. Jika tidak bisa, maka mereka tentunya akan menderita kerugian yang amat besar.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer