Rupiah menguat

Rupiah Menguat, Dekati Kisaran 13.700 per Dollar AS

Senin (13/1/2020), Rupiah menguat dan mendekati kisaran angka 13.700 per Dollar AS. Mengutip data dari Bloomberg, Rupiah dibuka pada level Rp 13712 atau menguat 95 poin sebesar 0,43% jika dibandingkan dengan hari Jumat yang mencapai Rp 13771 per Dollar AS.

Hal tersebut membawa efek positif terhadap pasar Indonesia. Penguatan Rupiah disebabkan akan adanya penandatanganan kesepatakan dagang antara Amerika dan China. Bagaimana efek yang ditimbulkan dari kesepakatan tersebut?

Rupiah menguat karena adanya kesepakatan China dan Amerika Serikat

Menurut Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra mengemukakan bahwa pasar sedang fokus pada proses penandatanganan akan kesepakatan dagang fase satu antara Amerika dan China yang akan berlangsung pada tanggal 15 Januari 2020 mendatang.

Baca juga: Perang dunia 3, ini dampaknya bagi Indonesia

Hal tersebut sekaligus menandakan bahwa hubungan antara kedua negara tersebut sedang positif. Karena itu, dunia memandangnya sebagai sesuatu yang positif mengingat, China dan Amerika Serikat merupakan dua negara dengan ekonomi terkuat di dunia saat ini.

Ariston menambahkan, Rupiah diperkirakan akan berada di kisaran 13700 Rupiah per Dollar AS hingga 13800 Rupiah per Dollar AS.

Ekonomi tanah air kembali stabil

Nilai tukar Rupiah kepada Dollar AS sempat melemah saat konflik Amerika dan Iran mencuat. Setelah mereda, nilai tukar Rupiah kembali menguat. Pada Jumat (10/1/2020), nilai tukar Rupiah mencapai level Rp 13804 per Dollar AS.

Baca juga: Harga BBM terbaru, menurun di 2020

Hal itu menjadi tanda kembalinya sejumlah pelaku pasar ke aset beresiko termasuk Rupiah. Tren Rupiah terus menguat hingga Senin (13/1/2020), nilai tukar Rupiah menguat dan mendekati kisaran Rp 13.700 per Dollar AS.

Selain itu, penandatanganan kesepakatan antara Amerika Serikat dan China juga akan segera berlangsung sehingga, hal ini dipercaya dapat membuat kondisi ekonomi dunia stabil dan berimbas terhadap sejumlah negara termasuk Indonesia.

Kondisi yang stabil membuat sejumlah pelaku pasar berani untuk melakukan investasi di beberapa sektor terutama aset beresiko. Dengan begitu, pasar investasi akan kembali bergairah dan membuat pergerakan ekonomi Indonesia kembali berjalan efektif dan iklim investasi serta ekonomi tanah air bisa berjalan dengan positif.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

No votes so far! Be the first to rate this post.

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer