Peluang Investasi Obligasi dan Saham 2020

0
(0)

Melihat tahun 2020 semakin dekat, banyak orang penasaran mengenai tren investasi obligasi dan saham. Apakah mereka akan tetap menjadi yang terdepan atau justru muncul jenis yang baru dan disukai banyak orang.

Baca juga: Belajar investasi: perhiasan vs emas, mana yang oke? 

Dalam hal ini, kita akan melihat hal tersebut lebih dalam mengenai bagaimana nasib obligasi dan saham di tahun 2020 mendatang. Apakah keduanya tetap menguntungkan atau justru tergantikan oleh jenis investasi yang baru.

Obligasi dan saham masih menguntungkan di 2020

Menurut Lilis Setiadi selaku Presdir dari PT. Batavia Prosperindo Aset Manajemen (BPAM) mengatakan bahwa obligasi memiliki peluang yang cerah di tahun 2020 seperti dilansir dari Kompas. Karena itu, ia menyarankan agar orang-orang bisa memilih obligasi dan saham.

Pada obligasi, bunga tetap (FR) atau variable (VR) sama-sama memberikan hasil yang menguntungkan meski kondisi ekonomi global sedang tidak stabil. Menurutnya, orang-orang tidak usah kredit untuk obligasi.

Baca juga: Prediksi tren investasi di Indonesia 2020

Untuk keuntungannya, beliau mengatakan bahwa obligasi pada bunga tetap mencapai 13 tahun dengan masa tenor selama 10 tahun. Selain itu, variable keuntungan hasilnya lumayan besar berkisar 17 persen.

Tingginya angka tersebut disebabkan oleh suku bunga acuan Bank Indonesia 7 day reverse repo rate (7DRRR) menurun sebanyak 5 persen sehingga, harga obligasi akan naik. Banyak orang memanfaatkan hal tersebut untuk berinvestasi obligasi.

Ibu Lilis memberikan 2 alasan kenapa obligasi akan menguntungkan di tahun 2020:

  1. Fundamental
    Jika suku bunga turun maka harga obligasi akan naik.
  2. Arah suku bunga turun
    Arah suku bunga yang turun dapat memberikan imbas terhadap harga obligasi yang akan naik

Untuk saham, ia mengatakan bahwa pasar saham di tahun ini akan terkena imbas dari pertumbuhan perusahaan-perusahaan di bursa efek sebesar 5%. Di tahun depan, beliau memprediksi ada perbaikan sehingga, ada penurunan rasio harga saham.

Melihat pergerakan pasar saham yang menurun di tahun 2019, Ibu Lilis melihat bahwa pasar saham akan bergerak positif di 2020 karena, nilai PER akan berada di 12,2 dan nilai nominal saham tidak akan mahal dan orang-orang bisa memiliki peluang yang lebih baik dalam bermain saham.

 

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer